kumpulan puisi
Bahasa Jiwa adalah sebuah acara bertemakan puisi yang disiarkan Live On Air Setiap selasa pukul 20.00 di Radio Swara Unib FM 99,2 MHz | Anda bisa menyimak acara ini di 99,2 MHz Bengkulu atau streaming pada blog ini, online Swara Unib FM atau >> Swaraunib online. Puisi yang terpilih juga akan di postingkan pada blog ini. Anda yang ingin bergabung bisa menulis puisinya disini Kirimkan Puisi Bahasa Jiwa(klik)

Kerabat Kita - S.T. Alisyahbana

| Posted in | Posted on 02:30

Bunda,
masih kudengar petuamu bergetar
waktu ku tertegun di ambang pintu,
melepaskan diriku dari pelikmu :
"Hati-hati di rantau orang, anakku sayang,
Berkata di bawah-bawah, mandi di hilir-hilir,
Di mana bumi dipijak di sana langit dijunjung".

Telah lama aku mengembara
jauh rantau kejelajah,
banyak selat dan sungai kuseberangi,
gunung dan gurun kuedari.
Beragam warna, bahasa dan budaya manusia,
teman aku bersantap, bercengkerama dan bercumbu,
lawan aku bertengkar dan berselisih.


Di runtuhan Harapan dan Pompeyi aku ziarah,
Dari menara Eifel dan Empire State Building
aku tafakur memandang semut manusia.
Di pembajaan Ruhr dan Nagasaki
aku bangga melihat kesanggupan umat
berpikir, mengatur dan berbuat.

Kuhanyutkan diriku dalam lautan manusia
di Time Square di New York dan di Piccadily di London.
Kuresapkan lagu kesepian pengendara unta
di gurun pasir dan batu Anatolia,
sega Islandia yang megah di padang salju yang putih.

Bunda,
Pulang dari rantau yang jauh
berita girang kubawa kepadamu,
resap renungan petua keramat,
sendu engkau bisikkan di ambang pintu :
Di mana-mana aku menjejakkan kaki,
aku berjejak di bumi yang satu.
Dan langit yang kunjung
di mana-mana langit kita yang esa.

Bunda,
Alangkah luasnya dan dahsyatnya kerabat kita
kaya budi kaya hati,
pusparagam ciptaan dan dambaan.

Memahami Puisi, 1995

SocialTwist Tell-a-Friend

Comments (0)

Poskan Komentar

Your Ad Here
"Top Puisi Bahasa Jiwa"